KISAH NABI YUSUF 'ALAIHISSALAM

 KISAH NABI YUSUF 'ALAIHISSALAM


Kisah Nabi Yusuf mengajarkan tentang kesabaran dan kekuatan untuk menerima ujian. Nabi Yusuf merupakan anak dari Nabi Yakub yang memiliki 11 saudara kandung.


Allah SWT menyebutnya sebagai kisah paling indah.


Allah berfirman dalam surat Yusuf ayat 3,


نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ ٱلْقَصَصِ بِمَآ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ وَإِن كُنتَ مِن قَبْلِهِۦ لَمِنَ ٱلْغَٰفِلِينَ


Artinya: "Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui."


 1. Nabi Yusuf bermimpi Bulan Bintang dan Matahari Bersujud Padanya

dan menceritakan kepada sang ayah


Pada suatu ketika, Yusuf kecil bermimpi dan menceritakan mimpinya kepada sang ayah, "Wahai Ayahku! Sungguh aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan. Kulihat semuanya sujud kepadaku!" kata Yusuf kecil sesuai dengan yang disampaikan dalam surat Yusuf.


Sebagaimana dalam Q.S Yusuf ayat 4,


إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَٰٓأَبَتِ إِنِّى رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِى سَٰجِدِينَ


Artinya:" (Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku."


Mendengar ucapan sang anak, Nabi Yakub meminta Yusuf tidak menceritakan mimpi tersebut kepada saudara-saudaranya. Dari mimpi itu, Nabi Yakub mengetahui bahwa kelak Yusuf dewasa juga akan diangkat menjadi seorang Rasul Allah.


Kemudian ayahnya pun berkata untuk tidak menceritakan mimpinya itu kepada saudara-saudaranya. Hal itu akan membuat saudaranya mencelai Nabi Yusuf AS. Sebagaimana dalam QS ayat 4 berikut,


قَالَ يَٰبُنَىَّ لَا تَقْصُصْ رُءْيَاكَ عَلَىٰٓ إِخْوَتِكَ فَيَكِيدُوا۟ لَكَ كَيْدًا ۖ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ لِلْإِنسَٰنِ عَدُوٌّ مُّبِينٌ


Artinya: " Ayahnya berkata: "Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan) mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia."


Setelah tanda-tanda kenabian ada pada Yusuf AS, ayahnya mulai mengajarkan tentang ajaran Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT pada ayat berikutnya,


وَكَذَٰلِكَ يَجْتَبِيكَ رَبُّكَ وَيُعَلِّمُكَ مِن تَأْوِيلِ ٱلْأَحَادِيثِ وَيُتِمُّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكَ وَعَلَىٰٓ ءَالِ يَعْقُوبَ كَمَآ أَتَمَّهَا عَلَىٰٓ أَبَوَيْكَ مِن قَبْلُ إِبْرَٰهِيمَ وَإِسْحَٰقَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ


Artinya: "Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebahagian dari ta'bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya'qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (Q.S Yusuf: 6).


2. Dimasukkan ke Dalam Sumur oleh Saudaranya


Dalam surat Yusuf juga disebutkan bahwa Nabi Yaqub AS amat mencintai putranya Yusuf dan Bunyamin. Hal itulah yang menyebabkan sepuluh putranya yang lain cemburu pada keduanya. Bahkan mereka menganggap ayahnya tidak adil.


إِذْ قَالُوا۟ لَيُوسُفُ وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَىٰٓ أَبِينَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّ أَبَانَا لَفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ


Artinya: "(Yaitu) ketika mereka berkata: "Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita dari pada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat). Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata." (Q.S Yusuf: 8)


Hingga pada suatu ketika, mereka meminta izin kepada ayahnya untuk jalan-jalan bersama Yusuf AS. Saat mereka sedang pergi ke suatu tempat, muncullah ide untuk memasukkan Yusuf AS ke dalam sumur dan meninggalkannya begitu saja.


فَلَمَّا ذَهَبُوا۟ بِهِۦ وَأَجْمَعُوٓا۟ أَن يَجْعَلُوهُ فِى غَيَٰبَتِ ٱلْجُبِّ ۚ وَأَوْحَيْنَآ إِلَيْهِ لَتُنَبِّئَنَّهُم بِأَمْرِهِمْ هَٰذَا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ


Artinya: "Maka tatkala mereka membawanya dan sepakat memasukkannya ke dasar sumur (lalu mereka masukkan dia), dan (di waktu dia sudah dalam sumur) Kami wahyukan kepada Yusuf: "Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini, sedang mereka tiada ingat lagi." (Q.S Yusuf: 15)


Sesampainya di rumah, sambil menangis mereka mengatakan kepada ayahnya (Yaqub AS) bahwa Yusuf AS telah dimakan serigala. Mereka turut membawa bukti berupa pakaian Yusuf yang sudah dilumuri darah palsu.


وَجَآءُوٓ أَبَاهُمْ عِشَآءً يَبْكُونَ


Artinya: "Kemudian mereka datang kepada ayah mereka di sore hari sambil menangis." (Q.S Yusuf: 16)


قَالُوا۟ يَٰٓأَبَانَآ إِنَّا ذَهَبْنَا نَسْتَبِقُ وَتَرَكْنَا يُوسُفَ عِندَ مَتَٰعِنَا فَأَكَلَهُ ٱلذِّئْبُ ۖ وَمَآ أَنتَ بِمُؤْمِنٍ لَّنَا وَلَوْ كُنَّا صَٰدِقِينَ


Artinya:" Mereka berkata: "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala; dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar." (Q.S Yusuf: 17)


وَجَآءُو عَلَىٰ قَمِيصِهِۦ بِدَمٍ كَذِبٍ ۚ قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنفُسُكُمْ أَمْرًا ۖ فَصَبْرٌ جَمِيلٌ ۖ وَٱللَّهُ ٱلْمُسْتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ


Artinya: "Mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah palsu. Ya'qub berkata: "Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu; maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan". (Q.S Yusuf: 18)


Dalam Al-Quran menyebutkan bahwa saudara-saudara Yusuf menjelaskan alibi dan alasan mereka kepada sang ayah bahwa Yusuf terbunuh akibat diterkam serigala. Mereka semua membuat baju Yusuf seolah dilumuri darah dan diberikan kepada sang ayah, Nabi Yakub AS.


3. Ditemukan oleh kalifah dan dijual pada orang Mesir


Jika pada umumnya seorang anak kecil yang diletakan dalam sumur dengan keadaan tak berbaju lalu ditinggalkan, pasti akan menimbulkan rasa takut, cemas, khawatir melalui tangisan dan jeritan meminta tolong. Namun tidak demikian bagi Yusuf.


Dari mimpinya yang diceritakan kepada sang ayah, ia merasa terhibur dan kemudian mendapat wahyu saat berada di dalam sumur bahwa ia tidak perlu khawatir dan Allah pasti akan menyelamatkannya.


Benar saja, seorang kalifah kemudian datang menyelamatkan Yusuf yang kemudian membawanya ke Mesir, menjualnya sebagai budak, dan akhirnya dijadikan sebagai anak angkat oleh Perdana Menteri Mesir.


4. Keluarga baru Nabi Yusuf AS


Setelah dirasa mendapat keuntungan saat menemukan Nabi Yusuf, orang Mesir yang membeli Nabi Yusuf pun merasa senang karena menjadikannya sebagai anak. Kemudian Nabi Yusuf diberikan tempat dan pelayanan yang baik.


Keluarga baru yang dimaksud disini adalah keluarga seorang perdana menteri yang memiliki istri bernama Zulaikha. Cinta dan tipu daya istri seorang perdana menteri terhadap Yusuf tersurat dalam ayat ke-23 sampai 29.


Dalam ayat tersebut diceritakan bahwa Zulaikha menggoda dan merayu Yusuf agar bersedia menuruti hasratnya.


Zulaikha terpesona dengan paras tampan Nabi Yusuf yang membuatnya terus menerut menggoda Yusuf meski terus-menurus dilakukan tetap Yusuf menolaknya.


Ketika peristiwa itu tersebar di Mesir, ia meminta Yusuf merahasiakannya dari publik.


Namun rahasia itupun diketahui oleh para perempuan di kalangan istana yang menggiring tanggapan bahwa benar adanya tentang ketampanan seorang Yusuf.


Ketampanan Yusuf ini justru membuatnya harus dihukum. Sang majikan, Al-Aziz, menjebloskan Yusuf ke dalam penjara bersama dua pemuda lain.


5. Nabi Yusuf diminta mengartikan mimpi


6.Saat dipenjara, kedua pemuda yang dipenjara bersamanya bermimpi dan meminta Yusuf mengartikan mimpi mereka. Yusuf pun mengartikan mimpi itu sambil berdakwah menyiarkan agama Islam, agama Allah.


Saat itu, Yusuf berhasil mengartikan mimpi bahwa salah seorang pemuda itu akan terbunuh. Salah seorang pemuda yang berhasil selamat pun kembali ke rumah orangtuanya untuk melanjutkan hidupnya. Sementara pemuda yang satu benar terbunuh sesuai penafsiran mimpi dari Nabi Yusuf.


Setelah bertahun-tahun dipenjara, Raja Mesir tiba-tiba bermimpi tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus, tujuh tangkai gandum yang hijau, dan tujuh tangkai lainnya yang kering. 


Namun sayang tak ada seorang pun yang berhasil mengartikan mimpi sang Raja. Hingga seorang pemuda yang saat itu selamat teringat kepada kemampuan Nabi Yusuf yang bisa menafsirkan mimpi dengan tepat.


Ia pun dianggap berhasil mengartikan mimpi sang Raja Mesir.


6. Nabi Yusuf menjelaskan arti mimpi sang Raja


Agar kamu bercocok tanam tujuh tahun sebagaimana biasa, kemudian apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di tangkainya kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian setelah itu akan datang tujuh tahun yang sangat sulit," kata Yusuf mengartikan mimpi sang Raja.


Ketika Nabi Yusuf berhasil menafsirkan mimpi dari Raja Mesir, ia pun dibebaskan. Kemudian mimpi Al-Aziz tersurat dalam ayat ke-43 dan 44 dalam Al quran, surat Yusuf, serta kebebasan Yusuf AS yang tersurat dalam ayat ke-50 sampai 55.


Dalam kisah ini yang kemudian menjadi awal mula perkenalan dan ketertarikan raja Mesir terhadap diri Yusuf.


Hingga suatu hari terbongkar sudah tipu daya istri Menteri, Zulaikha dan terbuktinya kebenaran atas penjelasan Yusuf bahwa dirinya adalah korban yang digoda bukan sebagai pelaku yang menggoda terlebih dulu.


Keberhasilan Yusuf mengartikan mimpi itu membuat raja Mesir membuatnya menjadi salah seorang terdekat raja. Yusuf pun diminta untuk menjadi bendahara, seseorang yang berkedudukan tinggi di Mesir.

 


7. Nabi Yusuf kembali dipertemukan dengan saudaranya


8. Setelah betahun lamanya terpisah dari keluarga kandungnya, suatu waktu saudara Yusuf yang pernah membuangnya datang dari Palestina untuk meminta persedian makanan ke Mesir.


Nabi Yusuf yang langsung mengenai saudara-saudaranya itu langsung berpesan kepada mereka semua untuk datang kembali sambil membawa Bunyamin, saudaranya yang baik yang saat itu tinggal bersama Nabi Yakub.


Kemudian saudara-saudaranya itu kembali datang dengan mengikutsertakan Bunyamin. Kepada Bunyamin, Yusuf memberitahu bahwa dia adalah saudaranya yang telah dibuang.


Yusuf memerintahkan saudaranya itu untuk membawa bajunya dan mengusapkannya pada wajah sang ayah yang sudah menua.

 


8. Nabi Yakub menuju Mesir untuk menemui Yusuf


9. Ketika semua saudaranya membawa baju tersebut kepada sang ayah, Yakub dari jarak kejauhan sudah dapat mencium bau Yusuf.


Anak-anaknya pun kemudian mengusap baju Yusuf kepada ayahnya yang mulai menua dengan penglihatan yang mulai kabur.


Setelah diusapkan baju tersebut, Nabi Yakub pun bisa melihat kembali dengan jelas. Setelah berhasil melihat dengan jelas, Nabi Yakub kemudian bersama semua anaknya menuju Mesir untuk bertemu dengan Yusuf.


Pertemuan itu kemudian dipenuhi dengan rasa haru dan bahagia.


"Wahai ayahku! Inilah arti mimpiku yang dahulu itu. Dan sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya kenyataan. Sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari penjara," ucap Yusuf sesuai surat Yusuf ayat 100.


9. Pelajaran yang bisa diambil dari kisah Nabi Yusuf AS


Dari kisah Nabi Yusuf AS ini, kita dapat mengajarkan pada anak bahwa kesabaran dan keteguhan hati dengan keyakinan pada Allah SWT saat mendapat ujian berat nantinya akan membuahkan hasil yang setimpal.


Meski terus mendapat ujian berat yang bertubi-tubi semasa hidupnya, Yusuf kemudian tetap berpegang teguh pada Allah SWT bahwa Sang Pencipta Yang Maha Esa memiliki rencana yang baik untuk hamba-Nya.


Setelah sabar menanti, Allah SWT kemudian memberikan kedudukan yang baik untuk Nabi Yusuf di Mesir dan mempertemukannya kembali dengan sang ayah dan semua saudaranya.


Melalui kisah Nabi Yusuf AS ini, terdapat pelajaran bagi umat manusia untuk selalu menuntut ilmu dan berbuat baik dan menebarkan kebaikan serta menjadi orang yang pemaaf bagi para pendengki. Tentunya hal ini baik diajarkan kepada anak sejak dini, agar kelak anak dapat menauladani sikap baik dari Nabi Yusuf 'alaihissalam.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

KISAH NABI YAKUB 'ALAIHISSALAM

KISAH NABI ADAM AS